Hello teman – teman,

Pada ngeh ga kalau market sekarang lagi galau?emasnya sudah bbrp minggu turun, IHSG nya dr yang sempat awal bulan Mei 4200an,  persis dalam waktu sebulan sekarang lg di posisi 3800an, rupiahnya melemah, dollarnya lagi super tinggi dan lain sebagainya.

Sebenarnya perlu ngga sih kita mikirin kondisi market segala??ya perlu donk, kalau tiba – tiba market anjlok atau perusahaan – perusahaan terkena imbas dan harus lay off para pekerjanya gimana?gimana kalau kejadian 1998,2005,2008 terjadi lagi?

Jadi kita harus panik donk sekarang??panik sih bagi orang – orang yang ga concern sama keuangannya sama sekali. Yang tidak mikirin utk punya dana darurat, tidak bisa ambil kesempatan utk berinvestasi di waktu yang tepat, dsb. Orang yang sudah punya tujuan jelas utk finplannya ga akan stress ataupun panik dibanding orang yang ga peduli sama sekali selama ini.

Baca entri selengkapnya »

Pada artikel sebelumnya cek kesehatan keuangan bagian 1 dan cek kesehatan keuangan bagian 2 , kita sudah dapat membuat arus kas bulanan, neraca, review penghasilan , review pengeluaran , lunasi hutang konsumtif dan membuat dana darurat.

Pada artikel terakhir kali ini kita akan chek up kebutuhan asuransi jiwa dan kesehatan dan membuat rasio keuangan. Untuk kebutuhan asuransi jiwa ada beberapa syarat yang seharusnya seseorang wajib untuk dilindungi risiko finansialnya, antara lain:

  1. Tertanggung tersebut sudah mempunyai penghasilan
  1. Tertanggung sudah mempunyai tanggungan, baik itu anak, istri ataupun orang tua yang tidak bekerja lagi
  1. Penghasilannya digunakan untuk membiayai kebutuhan rumah tangga,

Baca entri selengkapnya »

Masih ingat dengan kejadian 1998 dimana terjadi krisis moneter di Indonesia. Banyak akhirnya perusahaan Multinasional dan Nasional di Indonesia yang bangkrut dan akhirnya gulung tikar.

Tak ada pekerjaan di dunia ini yang aman 100%. Meski kita bekerja giat dan aktif di perusahaan swasta terkenal, Tidak akan menutup kemungkinan perusahaan tersebut tidak akan bangkrut dan kemudian memecat karyawannya.

Baca entri selengkapnya »

Hello, My Wedding Day!

Menjelang momen penting ini tiba, nggak cuma mental dan fisik yang kudu disiapkan, tapi juga dana besar—duh!

Akhirnya saat yang kita tunggu-tunggu tiba: si dia siap berkomitmen dan resmi melamar! Namun belum sempat mewujudkan pesta pernikahan sesuai impian, kita tersadar kalau tabungan masih pas-pasan banget. Mau meminta ortu membiayai semua, kok, rasanya nggak enak banget.

Makanya, sebelum momen sakral yang bakal kita kenang seumur hidup itu berkurang euforianya karena masalah dana, kita kudu menyiapkannya dari sekarang. Jangan tunggu sampai si dia mengeluarkan kalimat sakti ‘Will you marry me?’ untuk mulai menabung, ah! Baca entri selengkapnya »

Harganya terus naik dan naik….

Kilau emas selalu tampak menggiurkan. Tapi biasanya, kita hanya familiar dengan emas dalam bentuk perhiasan. Padahal, nilai emas akan lebih tinggi dalam bentuk logam mulia, tuh. Kalau selama ini kita hanya terpikir untuk mengalokasikan pendapatan kita untuk berinvestasi dalam bentuk properti dan reksadana, nggak ada salahnya mulai beralih ke logam mulia (LM). Baca entri selengkapnya »

Jika pada artikel sebelumnya Cek Kesehatan Keuangan Bagian 1 , Anda telah memahami bagaimana untuk menghitung arus kas bulanan dan kekayaan bersih dari Neraca Keuangan Rumah Tangga. Kini saatnya Anda untuk melakukan financial diagnosis.

Langkah Finansial Diagnosis ini antara lain : Baca entri selengkapnya »

Ketika sebuah rumah tangga dapat membayar atau memenuhi kebutuhannya, kadang Anda tidak menyadari sehat atau tidaknya keuangan keluarga.

Pasti Anda pernah mendengar kata Financial Chek Up. Apa sih yang di maksud Financial Chek Up? Baca entri selengkapnya »